Feed on
Posts
Comments

Belajar dari Kemenangan Hitler (mau golput?? Harap pikirkan lagi)

*(diadaptasi dari Institut Leimena News, edisi 01/2009) *1932361

Jelang PilPres 2009
Satu suara pun berarti. Jangan sia-siakan hak pilih Anda !

Salah satu noda hitam paling tragis dalam sejarah akibat tingginya Golongan
Putih (golput) terjadi di Jerman. Tahun 1920 partai Nazi dibentuk. Awalnya,
partai ini hanya mendapatkan 3% suara di Pemilu Legislatif, dan bahkan turun menjadi 2,6 % di Pemilu berikutnya.

Tapi tahun 1929 bursa saham Wall Street runtuh, dan tahun 1930 partai kecil ini langsung melejit dan mendapatkan 18,3% suara di Pemilu Legislatif. Jumlah ini menjadi suara terbesar di Parlemen karena banyak rakyat yang golput.

Tahun 1933 Hitler terpilih sebagai Kanselir Jerman. Setelah itu kita semua tahu, berkuasanya Hitler merupakan salah satu pemicu utama terjadinya Perang Dunia ke-2.

Dari sejarah kita dapat melihat bahwa partai-partai kecil yang radikal bisa
mendapatkan kekuasaan dan mengontrol suara mayoritas akibat golput. Beberapa tahun sebelumnya, hal serupa telah terjadi di Rusia dalam revolusi Bolshevik yang dipimpin Lenin (1917). Lewat ide-idenya yang distruktif, partai-partai kecil ini menguasai dan mengontrol arah negara.

Umumnya ada 3 (tiga) penyebab utama kemenangan mereka:

*Pertama: *
*Krisis Ekonomi *

Awalnya, nazi adalah partai kecil tanpa dukungan, tapi begitu krisis
finansial tahun 1929 memukul dunia, partai ini langsung naik daun. Pada saat
itu, Jerman sedang menderita ekonomi dan sosial politik yang parah, dan
banyak yang mengharapkan munculnya seorang pemimpin yang kuat.

*Kedua: *
*Pemerintahan yang lemah dan inkonsisten dalam menerapkan hukum. *

Sebelum berkuasa, Hitler adalah oposan yang militan terhadap pemerintah yang berkuasa. Ia pernah berusaha mengambil alih pemerintahan daerha di Baravian dengan kekerasan, tapi hanya di hukum satu tahun saja.

*Ketiga: *
*Tingginya tingkat apatisme rakyat untuk memilih dalam Pemilu *

Salah satu contoh sikap seorang rakyat yang tidak peduli akan nasib bangsa,
adalah tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu. Jangan biarkan sejarah kelam Jerman terulang di Indonesia. Ketidak-pedulian Anda dapat
menghancurkan banyak orang, termasuk diri Anda sendiri. Satu suara berarti,
karena itu jangan lepaskan hak pilih Anda.

SELAMAT MENCONTRENG !!!


3 Responses to “Don’t throw away your chance to vote…!”

  1. Michael says:

    Hey, have you seen this news article?
    New details about Michael Jackson’s Death Emerge
    I was wondering if you were going to blog about this…

  2. Anita Susanti says:

    No. i haven’t. Thanks for a good information :)