1-05-rockin-around-the-chr
istmas-tree2
MAY THE TRUE SPIRIT OF CHRISTMAS BRING YOU PEACE AND HAPPINESS !
Merry christmas 2009 and Happy New Year 2010
Love :
Anita susanti & Family
Dec 22nd, 2009 by Anita Susanti
1-05-rockin-around-the-chr
istmas-tree2
MAY THE TRUE SPIRIT OF CHRISTMAS BRING YOU PEACE AND HAPPINESS !
Merry christmas 2009 and Happy New Year 2010
Love :
Anita susanti & Family
Nov 11th, 2009 by Anita Susanti
Nov 9th, 2009 by Anita Susanti
Aku Tuhan, hari ini Aku yang akan menangani semua masalahmu.
Oct 19th, 2009 by Anita Susanti
teratai berwarna merah di atasnya. Saat malam mulai meninggalkan peraduan, angin dingin berhembus perlahan membawa halimun dan kemudian berubah menjadi tetes-tetes embun di antara daun-daun teratai.
Suatu hari, ketika daun teratai membuka mata memulai sebuah pagi yang cukup dingin, ia merasa takjub dengan alam sekitarnya. Tiba-tiba si daun teratai tersadar, di atas tubuh hijau daunnya ada setitik embun yang begitu lembut dan bening. Dengan ceria disapanya si embun, “Hai, Engkau siapa? Dari mana datangmu dan bagaimana bisa tiba-tiba berada di atas punggungku?”
Si embun pun menjawab,” Aku biasa dinamakan Embun. Saat menjelang pagi, di alam semesta ini ada uap air yang terbawa hembusan angin dingin yang kemudian menciptakan titik air, inilah yang menjadikannya seperti diriku sekarang ini.”
“Wah, aku senang sekali bisa berteman dan ngobrol denganmu,” kata si daun teratai.
“Tapi maaf teman baruku. Bila sebentar lagi matahari mulai bersinar, aku pun harus segera pergi, karena begitulah sifat alam, adanya embun di pagi hari sebentar kemudian akan segera menguap bila tertimpa sinar matahari,” ujar embun kepada daun teratai.
Si daun yang merasa mendapat teman baru memohon kepada embun, “ Tolong tetaplah di sini, jangan pergi.” Namun, seperti yang dikatakan embun, saat matahari menyinari bumi dengan kehangatannya, embun itu pun segera berlalu dari tubuh daun teratai.
Keesokan harinya, saat daun teratai kembali memulai hari, dia begitu gembira. Rupanya, ia melihat embun kembali berada dipunggungnya. Maka, dia pun menyapa riang embun itu, “Hai sobat, kita berjumpa lagi.”
Tapi, embun itu berkata,”Hai juga, aku embun baru, kita belum saling kenal.”
“Lho, bukankah Kamu embun yang kemarin?”
“Bukan! Aku embun hari ini, aku tidak ada kaitannya dengan embun yang kemarin,” ujar embun yang membuat daun heran. Belum sempat teratai bertanya lebih jauh, embun itu pun segera menguap kembali tertimpa sinar matahari.
Peristiwa serupa pun terjadi dari hari ke hari dan setiap hari daun teratai tetap tidak mengerti, mengapa embun yang sama bentuknya, setiap hari selalu tidak mengakui dirinya sebagai embun yang kemarin. Maka, hari-hari pun berlalu terus hingga berganti bulan. Si daun teratai pun berumur semakin tua. Akhirnya, ia pun mulai terkoyak dan selanjutnya menguning. Hari demi hari telah dilalui hingga kini saatnya ia akan digantikan oleh tunas daun teratai yang baru.
Pembaca yang berbahagia,
Tanpa sadar, terkadang kita merasakan bahwa hari-hari berlalu begitu saja, bahkan seolah tanpa ada perubahan. Hari ini sepertinya sama saja dengan hari kemarin. Tak jarang kita merasa melewati keadaan yang sama dari waktu ke waktu. Jika itu yang kita rasakan, sebenarnya kita sedang terjebak dalam rutinitas keseharian yang menjemukan. Dan, bila itu dibiarkan terus menerus, maka sebenarnya kita sudah termasuk orang yang merugi.
Karena itu, sudah saatnya kita memperbaiki diri dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas kemampuan, dengan mengisi hari agar jauh lebih berarti.
Sebab, sebenarnya, setiap hari adalah hari yang baru, hari yang berbeda dari kemarin. Setiap hari adalah kenyataan baru yang harus kita syukuri dengan membuatnya penuh makna. Hari ini boleh jadi mirip dengan hari kemarin. Tetapi, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Karena itu, jika kita melakukan kesalahan pada hari kemarin, hari ini juga harus segera dikoreksi. Jika kita telah melakukan kebajikan di hari kemarin, hari ini harus lebih banyak lagi kebaikan yang kita sebarkan.
Berjalannya waktu, takkan pernah terulang. Tak ada guna menyesali waktu kemarin yang telah pergi. Sebab, kita hidup pada hari ini. Untuk itu, mari mengisi hari baru kita dengan semangat yang menyala untuk membuat, ming tian hui geng hao ? ? ? ? ? hari esok menjadi hari yang lebih baik dari ini. Tak perlu bersedih berpisah dengan hari kemarin, jangan pula merasa resah dengan kegagalan yang telah lalu, sebab kita bisa memperbaikinya hari ini.
Jangan biarkan hari ini hanya menguap begitu saja tanpa arti. Jadikan hari ini laksana embun-embun indah yang menghiasi teratai, yang meski kan menghilang kehadirannya telah membawa nilai keindahan tersendiri.
Mari kita ukir hari ini dengan prestasi!
Oct 8th, 2009 by Anita Susanti
Orang yang percaya TUHAN akan belajar melihat kebaikan TUHAN melalui kejadian-kejadian yang
TUHAN izinkan terjadi. Jangan pernah menilai TUHAN hanya melalui sepotong kejadian, tetapi percayalah bahwa DIA selalu bekerja untuk kebaikan kita melalui banyak perkara. Keindahan karya seseorang akan kelihatan setelah karya itu selesai”.
God Bless you all <_<
Sep 28th, 2009 by Anita Susanti
Sep 27th, 2009 by Anita Susanti

John : Ah… at last. I can’t hardly wait!
Jane : Do you want me to leave?
John: NO! Don’t even think about it.
Jane : Do you love me?
John : Of course! Always have and always will.
Jane : Have you ever cheated on me?
John : NO! why are you even asking?
Jane : will you kiss me?
John : Every chance i get!
Jane : will you hit me?
John : Hell no! Are you crazy?
Jane : Can i trust you?
John : Yes
Jane : Darling!

Read from the bottom back to the top
Sep 15th, 2009 by Anita Susanti
BARBIE DOLL is getting OLDER……….
Yikes…….where has the time gone? We all can remember when “old” people told us that they couldn’t believe how their lives had passed by so fast. We were amazed because we thought that they were old and wondered how they couldn’t realize that fact? for some reason i experienced the same thing….. :(( I saw an artist rendition of Barbie in the current magazine. It was a picture of how she look today. Guess what? she was old! A quick look in the mirror was the old icing on the old cake for me….
I don’t feel old. I don’t act old but i guess i am aging just like everyone else on this planet that isn’t made of plastic !
Life is short, break the rules, forgive sooner, love with true love……
GBU
Sep 13th, 2009 by Anita Susanti
Dalam sebuah jamuan makan malam resmi, seorang ambasador dari negara barat (ketika mengambil makanan) berusaha untuk ramah terhadap seorang nyonya pejabat Indonesia yang berada di-depannya :
Ambasador : “Do you like salad ?”
Dikira nanya’in sholat, sang nyonya menjawab : “Oh yes, five times a day.”
Ambasador : “Wow, that’s very healthy. What kind of dressing do you like for salad ?”
Nyonya : “Mukena, of course.”
Sang ambasador berpikir keras, that must be a new dressing for salad I never knew before.
Ketika sampai di bagian chinese food, sang nyonya mencoba membalas keramahan si ambasador. Meski bahasa Inggris pas-pasan, tapi sang nyonya nekad sambil nyendok mie yang masih panas sang nyonya berusaha menjamu tamunya dengan baik dan menawarkan mie tersebut :
“Do you like mie ?”
Ambasador bingung, dipikirnya me = saya : “Eeeeem ….. yes….. with all my respect.”
Nyonya (dengan mantap menimpali lagi) :
“Still hot .. you know.”
Ambasador : ?????@?x????
xixixixi…..
Aug 20th, 2009 by Anita Susanti
Pagi itu klinik sangat sibuk…..Sekitar jam 9.30 seorang pria berumur 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Seorang perawat menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke arloji nya. Perawat itu tampaknya merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang ia sempatkan untuk memeriksa luka bapak tua itu dan tampaknya cukup baik dan kering. Tinggal membuka jahitan dan memasang verban baru. Pekerjaan yang tidah terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, perawat memutuskan untuk melakukannya sendiri. Sambil menangani lukanya, perawat bertanya apakah bapak tua itu punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab , dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya setiap hari.
Bapak tua itu menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat disana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer. Lalu perawat bertanya apakah istrinya akan marah jika dia datang terlambat? Lelaki itu menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. perawat tampak sangat terkejut dan berkata, “Bapak masih pergi kesana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?” Dia tersenyum sambil menepuk tangan sang perawat dan berkata, “Dia memang tidak mengenali aku, tetapi aku masih mengenali dia, kan? ” Sang perawat terdiam sambil terus menahan air mata sampai kakek itu pergi.
Tanganku merinding membaca kisah ini . ”Unconditionally love”…… Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi dan yang akan terjadi, dan yang tidak pernah akan terjadi. Bagiku kisah ini menyampaikan satu pesan penting : Orang yang paling berbahagia tidak lah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, melainkan mereka dapat berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki. Hmmmmm…^_^
” And above all things have fervent love for one another, for ’love’ will cover a multitude of sins ” ( I Peter 4:8)
GBU as always !